Fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan akan segera bisa digunakan, jika ada pertanyaan lebih lanjut silakan
Hubungi kamiJob Fit Analysis
Mengukur kecocokan kandidat maupun karyawan terhadap kebutuhan peran berdasarkan work style, perilaku kerja, dan preferensi peran, melalui Fit Score serta analisis gap yang disajikan secara jelas.

Orang Bagus, Tapi Tidak Selalu Cocok di Role Itu
Tanpa job-fit yang terukur, organisasi cenderung mengandalkan CV dan interview untuk menilai kecocokan. Akibatnya, mismatch sering baru terlihat setelah kandidat mulai bekerja, seperti komunikasi yang tidak selaras, cara kerja yang tidak sejalan, serta ekspektasi peran yang tidak terpenuhi, sehingga berdampak pada performa tim secara keseluruhan.
Sulit beradaptasi
Kandidat/karyawan terlihat "bagus", tapi sulit beradaptasi dengan cara kerja role dan tim.
Timbul permasalahan
Masalah kolaborasi, komunikasi, atau ritme kerja baru muncul setelah berjalan.
Rotasi berulang
Rotasi internal sering trial-and-error karena tidak ada baseline kecocokan gaya kerja.
Tidak fokus
Coaching tidak fokus karena gap perilaku/skill soft belum terpetakan jelas.
Tingkat konsistensi rendah
Keputusan penempatan mudah jadi debat karena tidak ada indikator yang konsisten.
Kecocokan Role yang Terukur dari Data yang Relevan
Jenjang menghitung job-fit dari kecocokan work style & perilaku kerja terhadap tuntutan role, diperkuat oleh preferensi peran (Minat & Bakat) dan sinyal readiness (jika tersedia). Outputnya berupa Fit Score + gap area agar keputusan penempatan lebih jelas dan tindak lanjut pengembangan lebih terarah.
Work Style Fit Score
Skor kecocokan gaya kerja terhadap tuntutan role yang dibangun dari assessment yang terstandar.
Role Preference Fit
Membaca keselarasan preferensi peran untuk mengurangi mismatch jangka panjang.
Actionable Recommendation
Rekomendasi penempatan + fokus pengembangan (adaptasi, coaching focus) yang jelas.
Dari Ekspektasi Peran ke Profil, hingga Fit Score
Job Fit Analysis di Jenjang membandingkan ekspektasi peran dengan profil individu yang dibangun dari hasil assessment dan data perilaku kerja. Hasil analisis dapat digunakan baik untuk seleksi kandidat maupun penempatan internal.
Tentukan ekspektasi soft skill dan cara kerja role (mis. kolaborasi, komunikasi, problem solving, ritme kerja, kepemimpinan bila perlu).
Profil individu dibentuk dari Psychological Assessment (Personality Factors, Arah Kerja), serta Minat & Bakat untuk membaca preferensi peran.
Jika organisasi memakai Perspective 360, hasilnya menjadi penguat perilaku nyata di lapangan.
Sistem menghitung skor kecocokan total dan per dimensi agar transparan saat diskusi.
Munculkan gap prioritas dan area risiko mismatch (yang paling berdampak pada kerja di role tersebut).
Rekomendasi yang cocok dengan dukungan (adaptasi/coaching), atau pertimbangkan role alternatif.
Dibentuk dari Assessment & Sinyal Perilaku Nyata
Job Fit difokuskan pada data yang bisa dipertanggungjawabkan untuk membaca kecocokan cara kerja dan perilaku di role.
Membaca work style, pola kolaborasi, komunikasi, dan cara merespons tantangan secara terstandar.
Preferensi cara bekerja (terstruktur vs fleksibel, detail vs big-picture) untuk menilai keselarasan dengan tuntutan role.
Preferensi peran dan arah ketertarikan untuk mengurangi mismatch jangka panjang.
Penguat perilaku nyata di lapangan dari multi-rater (kolaborasi, komunikasi, problem solving, adaptasi, kepemimpinan, dll).
Ringkasan performa/kemajuan dari data internal (mis. KPI/OKR summary, coaching outcome) sebagai konteks kesiapan.
Output yang Siap untuk Keputusan
Jenjang menampilkan ringkasan yang mudah dibaca oleh HR dan leader agar keputusan penempatan lebih cepat dan konsisten.
Fit Score Summary
Skor total + highlight dimensi paling kuat dan paling perlu dukungan.
Gap Breakdown
Area gap prioritas (soft skill/work style) yang berpengaruh pada efektivitas di role.
Risk Signals
Sinyal potensi mismatch yang perlu mitigasi (mis. ritme kerja, pola komunikasi, kolaborasi).
Role Comparison
Bandingkan 1 orang terhadap beberapa role berdasarkan work-style & preference fit.
Recommendation View
Rekomendasi penempatan + fokus adaptasi/coaching yang disarankan.
Kenapa memilih Jenjang Job Fit
Jenjang melakukan penilaian job-fit berdasarkan faktor-faktor yang paling menentukan efektivitas kerja sehari-hari, yaitu cara bekerja, perilaku, dan preferensi peran. Penilaian ini dibangun dari hasil assessment yang terstandarisasi dan diperkuat oleh indikator perilaku nyata di lingkungan kerja.
Konsisten
Fokus pada work style & perilaku kerja yang lebih konsisten untuk dinilai
Terstandar
Assessment terstandar menghasilkan baseline yang bisa dibandingkan antar kandidat/karyawan
Perspective 360
Perspective 360 (opsional) memperkuat data perilaku di lapangan

Gap Jelas
Gap dan risiko mismatch terlihat jelas untuk rencana adaptasi/coaching
Talent Mapping
Menjadi input Role Fit untuk Talent Mapping dan rekomendasi pengembangan
Promosi Lebih Terarah
Membantu rotasi/promosi lebih terarah, mengurangi trial-and-error
Konsisten
Fokus pada work style & perilaku kerja yang lebih konsisten untuk dinilai
Terstandar
Assessment terstandar menghasilkan baseline yang bisa dibandingkan antar kandidat/karyawan
Perspective 360
Perspective 360 (opsional) memperkuat data perilaku di lapangan

Gap Jelas
Gap dan risiko mismatch terlihat jelas untuk rencana adaptasi/coaching
Talent Mapping
Menjadi input Role Fit untuk Talent Mapping dan rekomendasi pengembangan
Promosi Lebih Terarah
Membantu rotasi/promosi lebih terarah, mengurangi trial-and-error




