Masalah yang Sering Terjadi Tanpa KPI
Tanpa KPI yang jelas dan terstruktur, organisasi sering kehilangan arah kerja yang sama, progres jadi sulit dipantau, dan evaluasi kinerja rawan subjektif. Akhirnya, keputusan seperti promosi, bonus, atau perbaikan performa lebih banyak bergantung pada persepsi bukan data.
Target kerja tidak konsisten
Antar tim/individu karena tidak ada format dan standar yang sama.
Progres sulit dipantau
Karena update tidak rutin atau hanya di akhir periode.
Penilaian rawan subjektif
Karena minim catatan progres dan bukti capaian.
Koordinasi tim melemah
KPI tim tidak nyambung ke kontribusi setiap individu.
Beban SPV tinggi
Karena harus mengejar update manual dan rekap data dari banyak sumber.

Variable KPI Templates
Buat template KPI dengan variabel yang bisa dipakai ulang per role/tim, biar setup cepat dan tetap konsisten.

Assign ke Tim atau Individu
KPI bisa ditetapkan untuk team goal atau personal goal yang lebih jelas siapa pemilik targetnya.


Progress Update + Optional Validation
KPI bisa diisi oleh SPV atau individu, dengan pilihan butuh validasi atau tanpa validasi. Update bisa dilakukan setiap hari atau setiap ada progres.
Kenapa memilih Jenjang KPI
Jenjang KPI dirancang agar organisasi dapat menjalankan KPI secara efisien tanpa kompleksitas yang tidak perlu. Prosesnya tetap fleksibel untuk kebutuhan operasional harian, sekaligus terstruktur untuk mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan.
Setup Lebih Cepat
Dengan template KPI variabel yang bisa dipakai ulang
Lebih Jelas Ownership-nya
Karena KPI bisa di-assign ke tim maupun individu
Update Progres Lebih Natural
(Harian / tiap ada progres), tidak menunggu akhir periode


Lebih Terkontrol
Dengan opsi validasi (SPV bisa approve bila diperlukan)
Lebih Konsisten
Karena format KPI lebih berseragam antar role/tim
Lebih Siap Dipakai Evaluasi
Karena ada jejak progres yang lengkap, bukan hanya hasil akhir

Setup Lebih Cepat
Dengan template KPI variabel yang bisa dipakai ulang
Lebih Jelas Ownership-nya
Karena KPI bisa di-assign ke tim maupun individu
Update Progres Lebih Natural
(Harian / tiap ada progres), tidak menunggu akhir periode
Lebih Terkontrol
Dengan opsi validasi (SPV bisa approve bila diperlukan)
Lebih Konsisten
Karena format KPI lebih berseragam antar role/tim
Lebih Siap Dipakai Evaluasi
Karena ada jejak progres yang lengkap, bukan hanya hasil akhir







