Keputusan Tanpa Baseline yang Konsisten
Tanpa asesmen, organisasi sulit punya ukuran yang sama untuk membandingkan kandidat maupun karyawan. Akibatnya seleksi rawan subjektif, pemetaan talent kurang akurat, dan program pengembangan sering tidak tepat sasaran karena minim data terukur.
01.
Seleksi dan evaluasi bergantung pada intuisi, bukan indikator yang konsisten.
02.
Sulit membandingkan kandidat/talent lintas role dan tim secara adil.
03.
Gap kompetensi dan pola kerja tidak terlihat jelas sejak awal.
04.
Interview jadi bias (first impression, recency, halo effect).
05.
Hasil asesmen sering "berhenti di PDF" dan tidak dipakai untuk tindak lanjut.
Asesmen yang Siap Dipakai Ulang
Jenjang menstandarkan output asesmen menjadi skor per dimensi, ringkasan, dan indikator yang mudah dibaca. Hasilnya tidak hanya untuk "menilai", tapi bisa dipakai ulang untuk proses berikutnya seperti job-fit, mapping, KPI, dan coaching.
Standardized Scoring
Skor per dimensi dengan format konsisten agar mudah dibaca dan dibandingkan antar peserta.
Comparable Results
Hasil lebih mudah dipakai untuk ranking, benchmark, dan evaluasi batch (kandidat atau karyawan).
Action-ready Summary
Ringkasan fokus pada kekuatan utama, area risiko, dan rekomendasi tindak lanjut yang jelas.
Apa yang dapat Anda ukur di Jenjang
Jenis asesmen berikut membentuk profil yang lebih utuh. Setiap tes menghasilkan data terstruktur (skor per dimensi + ringkasan) agar dapat dianalisis per individu, per tim, maupun per batch.


Personality Factors
Mengukur faktor perilaku kerja yang memengaruhi cara berinteraksi, mengambil keputusan, dan merespons tekanan. Relevan untuk seleksi dan pengembangan.
Dipakai Ulang di Fitur Lain
Output asesmen menjadi data dasar yang dapat dipakai sebagai input terukur di fitur Jenjang lain agar keputusan lintas proses tetap konsisten dan hemat waktu.
ATS (Recruitment)
Skor dan ringkasan asesmen tampil di profil kandidat untuk memudahkan shortlist dan perbandingan batch.
Pelajari Lebih LanjutJob Fit Analysis
Skor per dimensi dipetakan ke kebutuhan role untuk menghasilkan Fit Score + gap yang jelas.
Pelajari Lebih LanjutTalent Mapping
Menjadi input indikator potensi/readiness untuk pemetaan talent internal yang lebih akurat.
Pelajari Lebih LanjutKPI (Performance)
Membantu menetapkan fokus pengembangan yang terukur dan evaluasi yang lebih objektif dari baseline awal.
Pelajari Lebih Lanjut1on1 Coaching & Mentoring
Membuat coaching plan lebih presisi dari area gap/strength, bukan sekadar asumsi.
Pelajari Lebih LanjutJenjang Digital Identity
Ringkasan hasil bisa dibagikan secara terkontrol sebagai kredensial yang dapat diverifikasi (sesuai izin).
Pelajari Lebih LanjutKenapa memilih Jenjang Psychological Assessment
Jenjang membuat asesmen menjadi data yang konsisten dan usable. Bukan sekadar hasil tes sehingga keputusan seleksi dan pengembangan lebih terukur.
Terstandar
Output terstandar untuk perbandingan yang lebih adil.
Mudah Dibaca
Hasil mudah dibaca dan dibandingkan antar batch (kandidat/karyawan).
Mudah untuk Pemetaan
Memudahkan pemetaan talent dan fokus pengembangan yang relevan.


Scalable
Scalable untuk kebutuhan rekrutmen maupun program internal.
Dukungan Pengembangan
Mendukung keputusan seleksi dan tindak lanjut pengembangan.
Terintegrasi Dengan Fitur Lain
Hasil bisa dipakai ulang lintas fitur (Job Fit, Mapping, KPI, Coaching).

Terstandar
Output terstandar untuk perbandingan yang lebih adil.
Mudah Dibaca
Hasil mudah dibaca dan dibandingkan antar batch (kandidat/karyawan).
Mudah untuk Pemetaan
Memudahkan pemetaan talent dan fokus pengembangan yang relevan.
Scalable
Scalable untuk kebutuhan rekrutmen maupun program internal.
Dukungan Pengembangan
Mendukung keputusan seleksi dan tindak lanjut pengembangan.
Terintegrasi Dengan Fitur Lain
Hasil bisa dipakai ulang lintas fitur (Job Fit, Mapping, KPI, Coaching).






